Berbagi Pengalaman Peserta IRIFair BRIN 2023 dan 2024

Mar 26, 2025 by Indah Zumrotun


*published on brin.go.id on 18 March 2025

Jakarta – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menghadirkan kompetisi bergengsi Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) Tahun 2025 serta program Apresiasi Talenta. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SDMI) BRIN, Edy Giri Rachman Putra, dalam Webinar Sosialisasi Apresiasi dan IRIFair BRIN yang digelar pada Senin (17/3).

Salah satu alumni IRIFair 2023, Robiah Oktiavi (Avi), lulusan S1 Astronomi, membagikan pengalamannya dalam ajang tersebut. Avi mengungkapkan bahwa motivasinya mengikuti IRIFair adalah untuk memperluas wawasan riset di bidang astronomi serta memahami penelitian di luar bidangnya. Selain itu, ia merasa bangga karena berhasil menjadi finalis dan mendapatkan banyak pengalaman berharga.

Saat kompetisi, Avi menghadapi tantangan dalam sesi 3-Minute Research, di mana ia harus menyampaikan hasil risetnya secara singkat dan jelas kepada audiens dengan latar belakang yang beragam. "Rasanya seperti seorang rapper karena harus menyampaikan materi dalam waktu terbatas," ujarnya. Ia juga menyoroti manfaat lain dari ajang ini, seperti membangun jejaring dengan sesama peneliti dan mendapatkan wawasan baru saat kunjungan ke BRIN Cibinong, khususnya ke Animalium.

Senada dengan Avi, Ni Putu Dita Ariani Sukma Dewi (Dita), pemenang Scholar Research Competition (SRC) 2024, juga menilai IRIFair sebagai kesempatan besar untuk mempresentasikan hasil penelitian dan memperluas jaringan akademik. Tantangan terbesar baginya adalah menyampaikan penelitian dengan cara yang mudah dipahami namun tetap dalam konteks ilmiah di hadapan dewan juri yang terdiri dari profesor.

"Selain meningkatkan kepercayaan diri dalam dunia akademik dan penelitian, ajang ini juga memperkaya keterampilan public speaking serta membuka peluang kerja sama di bidang sumber daya alam," ujar Dita, yang kini berprofesi sebagai dosen. Ia berharap pengalamannya bisa menginspirasi mahasiswa untuk lebih aktif dalam penelitian, publikasi, serta kompetisi ilmiah.

Sementara itu Pranata Humas SDMI BRIN, Citra Arisiswati menjelaskan, perbedaan antara IRIFair dan Apresiasi Talenta. IRIFair ditujukan bagi mahasiswa dengan talenta potensial di bidang riset, sementara Apresiasi Talenta diperuntukkan bagi akademisi dan SDM iptek yang memiliki rekam jejak capaian unggulan di tingkat nasional maupun internasional. "Untuk IRIFair, hasil tugas akhir mahasiswa dapat diajukan dalam proses penjurian. Sementara Apresiasi Talenta menilai portofolio dan rekam jejak peserta secara keseluruhan," jelas Citra.

Dengan adanya IRIFair dan Apresiasi Talenta, BRIN berharap dapat terus mendorong semangat riset dan inovasi di kalangan mahasiswa serta akademisi, guna mencetak generasi unggul dalam dunia penelitian dan inovasi di Indonesia. (trs)